Bagi sebagian besar kita, bekerja menjadi freelancer full time tampaknya seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Kita bisa menjadi bos untuk diri kita sendiri, jam kerja yang bisa diatur sendiri, dan bertanggung jawab atas keberhasilan kita sendiri. Semua itu terdengar wah dan menyenangkan bukan?, tapi bekerja lepas (freelance) full time belum tentu cocok untuk semua orang. Sementara beberapa freelancer berkembang dan menjadi bos buat diri mereka sendiri, sebagian yang lain menyadari bahwa bekerja freelance full time tidak sebagus waktu mereka bekerja kantoran di tempat mereka bekerja sebelumnya dan menghabiskan 9-5 (nine to five berangkat pukul 9 dan pulang pukul 5) waktu mereka.

Banyak orang yang berhasil berkembang pada pekerjaan kantoran, entah karena mereka senang berkerja dalam tim/kelompok untuk berdiskusi, saling becanda dengan teman kantor di sela-sela bekerja, hangout pada saat jam istirahat sambil lunch, atau karena memang terbiasa nyaman di zona yang serba teratur. Untuk tipe orang seperti ini, mereka tidak akan cocok untuk bekerja sebagai freelancer. Jadi, sebelum kamu memutuskan terjun jadi freelancer, coba deh pikirkan hal berikut ini:

Anda akan lebih sering bekerja sendirian

Bekerja menjadi freelancer? siap-siap saja kesepian! Hehehe ga se-ekstrem itu sih, tapi bener kok, freelancer bisa menjadi pekerjaan dengan situasi sunyi senyap. Jika sebelumnya anda bekerja di tengah-tengah hiruk pikuk dan keramaian di lingkungan kantor, sekarang anda akan bekerja sendirian di rumah, terisolasi dari lingkungan.

Namun jika anda terbiasa bekerja dengan orang lain di sekitar anda, beberapa tips bisa anda lakukan seperti; 1) Mendownload dan mendengarkan mp3 suara-suara di keramaian seperti di mall, stasiun, sekolahan bahkan terminal. Saya sendiri telah mempraktekkan dan hasinya malah saya bisa lebih berkonsentrasi ketimbang mendengarkan lagu galau yang mendayu-dayu, atau lagu sad piano yang slow malah membuat saya menjadi mengantuk. 2) Atau anda juga bisa menyewa kantor virtual di mana anda bisa bekerja di ruangan bersama para freelancer lain, malah anda bisa berdiskusi / tukar pengalaman di saat waktu senggang kan?

Tanggung jawab terhadap diri anda sendiri

Bekerja menjadi freelancer full time berarti anda akan bertanggung jawab terhadap diri anda sendiri. Tidak seperti sebelumnya pada saat bekerja di kantor, tidak akan ada lagi orang yang memantau dan mengawasi sejauh mana pekerjaan anda dan seberapa besar anda memenuhi target anda.

Anda harus bertanggung jawab terhadap diri sendiri, jangan sampai anda menghabiskan setengah hari anda untuk ngetwit, buka timeline facebook atau menghabiskan waktu untuk membaca RSS reader atau browsing lainnya. Pekerjaan anda akan terbengkalai, lewat deadline dan klien anda tentu tidak akan senang. Ada beberapa tools dan aplikasi yang tersebar untuk tetap fokus pada pekerjaan, tapi pangkal dari semua itu, disiplin diri adalah yang utama.

Anda harus mendisiplinkan diri sendiri

Pada saat pertama kali anda memulai bekerja sebagai freelance, anda terlena dan keasikan bekerja sampai larut malam, sehingga tubuh anda begitu lelah dan anda kesulitan bangun di pagi harinya. Kemudian anda berpikir, ah saya bisa menentukan sesuka saya kapan saya harus bekerja, termasuk dalam urusan tidur. Di situlah kesalahan yang sering terjadi.

Saat anda tidur dan bangun terlambat, seluruh metabolisme tubuh anda menjadi kacau dan terganggu. Yang ada bukannya anda bekerja pada pagi hari, anda akan bekerja sepanjang malam. Bukan hanya tidak sehat, tapi hal ini akan memaksa anda selalu terjaga sepanjang malam.

Anda harus deal dan berurusan langsung dengan klien!

Jika sebelumnya pada waktu bekerja di kantor anda tinggal mengerjakan pekerjaan yang diperintahkan oleh atasan, mulai saat ini anda harus berurusan langsung dengan klien, dari mulai mengajukan penawaran, menjawab pertanyaan calon klien, bahkan menentukan harga jasa anda.

Pada saat berinteraksi dengan klien anda harus sopan, bicara lugas dengan bahasa sederhana yang dapat dipahami oleh calon klien. Anda tidak diperkenankan menunjukkan kekesalan terhadap klien apalagi sarkasme, meskipun mereka tampak menjengkelkan dan mengerikan untuk diajak bekerjasama. Selalu tanamkan dalam pikiran anda seperti ini: Klien anda adalah bos anda saat ini, dan anda harus memperlakukan mereka dengan hormat dan baik-baik.

Anda harus belajar bernegosiasi

Pada saat anda bekerja menjadi karyawan di sebuah kantor, anda akan digaji setiap bulan, dengan jumlah yang tetap setiap bulannya dan ada kemungkinan naik gaji setiap tahunnya. Anda akan mendapatkan asuransi kesehatan, cuti, tunjangan pulsa, transport, makan dan fasilitas lainnya. Anda tidak akan menemukan hal-hal tersebut pada saat anda bekerja sebagai freelancer full time. Penghasilan anda secara langsung bergantung pada anda sendiri, tergantung seberapa besar tarif anda.

Kegagalan dalam proses negosiasi menjatuhkan anda pada tarif yang rendah. Jika anda baru saja memulai freelance, tidak masalah jika anda di bayar lebih sedikit selama anda dapat meningkatkan reputasi dan keahlian. Nanti lama-lama juga anda akan menemukan seberapa pantas anda di bayar setelah mempunyai reputasi dan keahlian khusus kok :)

Jangan sampai emosi negatif mempengaruhi anda

Dalam berhubungan dengan banyak orang, klien mempunyai karakter dan perangai yang berbeda-beda, ada yang menyenangkan, enak diajak diskusi, ada juga yang pendiam dan cenderung pasif. Namun yang paling males adalah ketemu klien pemarah, penuntut, dan meminta pelayanan yang kurang masuk akal. Anda akan menghadapi sendiri tipe-tipe orang semacam itu. Anda harus menghadapinya dengan bijaksana, jangan terpancing emosi, ikut-ikut marah, apalagi mendiamkan klien anda, anda harus menghadapinya dengan baik.

Anda harus tahu apa saja yang sedang trending (ngetren)

Sebagai seorang freelancer, anda dituntut untuk mengetahui berita, teknologi dan apapun yang sedang trending dan booming. Tapi bukan berarti anda harus menghabiskan waktu terbuang percuma untuk mencoba dan belajar semuanya bukan? Pelajari dan cobalah hal-hal yang mempengaruhi dan berhubungan dengan pekerjaan anda.

Anda tetap membutuhkan dukungan dari keluarga dan teman

Seringkali, bekerja dan bertemu dengan beberapa klien (apalagi klien yang datang dari neraka) menjadikan anda stress. Anda membutuhkan keluarga atau teman yang bisa diajak berbagi, bercanda dan sedikit melupakan stress anda. Di saat sendirian, stress akan lebih menyakitkan!

Bukan hanya itu saja, teman dan keluarga seringkali bisa menjadi marketing anda, mereka bisa saja mereferensikan dan merekomendasikan jasa/usaha anda kepada keluarga/teman mereka yang lain, jangan lupa berikan sedikit imbalan kepada mereka sebagai fee agar mereka juga merasa di hargai dan lebih semangat lagi mempromosikan anda :)

Anda harus mempunyai simpanan/tabungan ekstra

Sebelum anda memutuskan berhenti bekerja di kantor dan benar-benar beralih menjadi full time freelancer, ada baiknya anda memulai menerima pekerjaan freelance paruh waktu, jadikan proyek sebagai sampingan di sela-sela pekerjaan utama anda, disamping sebagai latihan dan transisi, anda juga sudah mempunyai tabungan beberapa klien potensial. Disamping itu anda harus mempunyai tabungan setidaknya untuk 6 bulan ke depan, karena belum tentu anda akan langsung mendapatkan klien, karena sudah tidak ada lagi sumber keuangan lain setelah  anda benar-benar menjadi full time freelancer. Apalagi tidak semua klien membayar tepat waktu, ada beberapa klien yang cenderung suka mengulur-ulur pembayaran juga lho 😀

Bekerja freelance secara penuh dapat diartikan anda memulai menjalankan perusahaan anda sendiri, sukses atau tidaknya juga bergantung kepada anda sendiri, anda juga akan bertanggung jawab atas hasil dan hal-hal yang diakibatkan oleh usaha anda. Anda adalah CEO bagi diri anda sendiri, bos dari diri anda sendiri.

Atur waktu anda sendiri, jika sebuah pekerjaan bisa diselesaikan dalam waktu 4 jam, anda tidak diharuskan berada di kantor selama 8 jam sehari bukan? keren ya?

Apa persiapan anda sebelum memutuskan mulai bekerja sebagai freelancer full time? sampaikan di komentar ya. Jika anda membutuhkan jasa pembuatan website, Anda bisa menghubungi Pohon Kreatif (numpang promo dikit. Hehehe)